Rabu, 29 Desember 2010

=fitrah azali=

Masuklah ke dalam rasa CINTA mu
Engkau akan melihat dengan mata hati mu
Suatu ruang yang tiada terbatas
Menjelajah ke alam jiwa yang lepas

Bumi akan bergetar
Sehingga rongga menumbuhkan pohon peluh
Membawa engkau ke alam cakrawala rasa
Dan langit mu menurunkan hujan
Membasahkan tanah hati yang gersang
Petir pun sabung menyabung
Mengiringi getar suara guruh

Tataplah dengan benar
Tataplah dengan mata keyakinan mu
Dan lepaskanlah segala sesuatu
Untuk engkau bersama Tuhan mu
Wahai cahaya yang kembali asalnya

Tataplah ke dalama qalbu mu
Tataplah dengan seluruh zahir dan batin mu
Temukanlah erti penyatuan sejati
Dan sebutlah Asma' Tuhan mu bertalu
Biar lebur
Biar hancur
Biar semuanya hilang dan undur
Kecuali keyakinan dan kesedaran mu
Menjadi hamparan lorongan jalan mu
Berpadu
Dalam cakrawala awal dan akhir mu

~ Rumi ~

Selasa, 14 Desember 2010

jalaluddin rumi dan mozart bersatu


sebenarnya seorang penulis itu harus mesti terus menulis walau apa saja cerita atau bahan tulisan yang akan dipaparkan walau mengenai kehidupan kematian hayat cinta oambak pasir lautan burung burung elang rimba denai guruh petir bintang bintang malam dan rembulan hijrah gagal atau kebahagian lahir batin nikah kawen politik sosial dan walau apa saja bentuk tulisannya nanti bukanlah harapan untuk dibaca atau mungkin hanya sedikit yang menilai keberaniannya maupun kejujurannya bahkan tipu helah dalam penulisannya namun semua itu hanya untuk dirinya sendiri, meskipun kadangkala ada yang mengerti bait-bait kata atau pengungkapan bahasa yang dimuatkan dalam sesebuah penulisannya itu. maka bagi seorang penulis seharusnyalah dia terus menulis biar gelora dalam dadanya terbongkar biar cerita yang bodoh2nya yang dibicarakannya tapi ternyata ada kebahagian saat dia menurunkan walau sepatah kata.


aku berlindung pada allah dari syaitan yang direjam...ya nabi ya salamunalaik buat roh2 yang telah kembali, bagi sedetik hati yang bicara biarlah ada ganda nikmat buat hidupku dan perjalanan kembali ku semakin hampir, jaraknya hanya dua jari telunjuk dan jari tengahku. ya buat hari ini aku masih bernafas untuk mencatatkan kalam tuhanku.


selepas anggur merah yang kau hidangkan dalam cangkir2 yang berkarat itu kita nikmati, kita pun menyelami kealam terang hijab. nabi berkata ''lepaslah....lepaskanlah resah kalian pada tuhan allah.''


burung-burung dan ombak lautan mendamaikan,... selepas terbit fajar nanti hiduplah seperti biasa, ya nabi berkata ''hiduplah seperti biasanya kalian..sesudah mengenal''


bagaikan rumi yang terjun dalam api tarian cintanya dan mozart yang naif mengalirkan kalam melalui nada yang indah, aku berlindung dihatimu waktu tenggelamnya thursina ditutupi matahari senja yang gemilang.



aku haus...

Selasa, 30 November 2010

Solidariti seniman dan kebudayaan







"selagi DBKL tidak keluar surat rasmi selagi itu Datuk Bandar baru akan ganggu lagi"

-siti zainon ismail-

Senin, 15 November 2010

SYD BARRETT swan lee 1968




Swan Lee got up at the Running Foot pow-wow,
heading from the fire to his waiting canoe.
Chattering Squaw untied the wigwam door,
the chief blew smoke rings two by two!

The land in silence stands...

Swan Lee, his boat by the bank in the darkness,
loosened the rope in the creek is entwined.
A feather from the wing of a wild young eagle,
pointed to the land where his fortune he'd find

The land in silence stands

Swan Lee paddled on from the land of his fathers,
his eyes scanned the undergrowth on either side.
From the shore hung a hot, heavy, creature infested
tropic, Swan Lee had a bow by his side

The land in silence stands

Swan Lee kept time, half on land, half on water,
Grizzly bear and raccoon his fare.
He followed his ears to the great water fall,
Swan Lee knew deep down that his squaw was there!

The land in silence stands....

Suddenly the rush of the mighty great thunder,
confronted Swan Lee as his song he sang,
In the dawn, with his squaw, he was battling homewards
It was all written down by Long Silas Lang.

The land in silence stands...
The land in silence stands...
The land in silence stands.

Kamis, 04 November 2010

DAERAH TANPA TIE..6NOV KLUANGPARADE





ATURCARA PROGRAM

2.30-4.00 ptg Pameran
- Kenderaan Klasik
- BMX
- Pakaian Bundle

4.00- 5.00 ptg Klinik
- Baju Rakyat
- Graffity Art
- Fotografi

5.00-6.30 ptg Film Screening:
- “GADOH - Aku Anak Bangsa Malaysia”

6.30-7.15 mlm Sesi Bual Bicara - Ulasan Filem “GADOH”
- Ah Chong dan Fazleena

7.30-8.15 mlm Live Performance 1:
- Jalan Terus by Nik Binjidan

8.30-9.00 mlm Sembang Tepi (Intro): Skema VS Stylo
- Isham dan Nur Fazleena

9.00-9.30 mlm Live Performance 2:
- Okestra Kaki Kayuh

9.30-10.00 mlm Sembang Tepi (wrap-up): Skema VS Stylo
- Isham dan Nur Fazleena

10.00-11.30 mlm Live Performance 3:
- Pak Samad
- Alternative Band Club (ABC)
- Voice of FELDA
- Band Kota Tinggi

nik jidan

nik jidan
1

kudrat

rasa

Pengikut

Arsip Blog